Abu al-Fath Utsman Ibnu Jinni adalah nama lengkapnya, lahir
di Mausil (Mosul), Irak. Ada yang berspekulasi bahwa ibnu Jinni lahir pada
tahun 321 H atau 322 H, akan tetapi tidak
ada sumber sejarah yang pasti menginformasikan dengan pasti tahun kelahirannya.
Ayahnya “Jinni” adalah seorang berbangsa
Romawi, Ia menjadi hamba sahaya alias “maula” dalam bahasa yunani dikenal
dengan Gennaius dari Sulaiman bin Fahd
bin Ahmad al-Azdi al-Mausili, seorang menteri/wazir dari Syaraf al-Daulah
Qarawisy, gubernur Mosul.
Ibnu Jinni menghabiskan masa kanak-kanaknya di kota
kelahirannya. Di Mosul juga ia mendapatkan pendidikan dasarnya, belajar ilmu
nahwu pada gurunya yang bernama Ahmad bin Muhammad al-Mausili al-Syafi’i yang
lebih dikenal dengan sebutan al-Akhfasy. Setelah itu, ia pindah ke Baghdad dan
menetap di sana. Di kota ini, ia mendalami linguistik selama kurang lebih empat
puluh tahun pada gurunya yang sangat ia hormati dan ia kagumi, Abu ‘Ali
al-Farisi. Begitu lamanya Ibnu Jinni menimba pengetahuan bahasa pada Abu ‘Ali,
sehingga keduanya terjalin hubungan yang sangat erat seperti hubungan
persahabatan.
Selain
berguru secara khusus kepada Abu ‘Ali , Ibnu Jinni juga banyak belajar pada
tokoh linguistik lain, terutama yang terkait dengan pengambilan sumber bahasa
(ruwat al-lugah wa al-adab), di antara mereka ialah Abu Bakar Muhammad bin
al-Hasan yang lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Miqsam, seorang pakar qira’ah
al-Qur’an, Abu Abdillah Muhammad bin al-‘Assaf al-‘Uqaili al-Tamimi, terkadang
Ibnu Jinni menyebutnya dengan Abu Abdillah al-Syajari.
Ibnu
Jinni hidup pada abad keempat hijriah (abad X M) yang merupakan abad puncak
perkembangan dan kematangan ilmu-ilmu keislaman, yang pada umumnya para
ilmuawan pada abad ini tidak saja menguasai satu disiplin pengetahuan, tetapi
juga menguasai disiplin-disiplin lainnya. Oleh karena itu, tidak berlebihan
apabila para penulis biografi Ibnu Jinni menyatakan bahwa karya-karya tokoh
yang satu ini menggabungkan teori linguistik, teori prinsip fiqh (ushul fiqh),
juga teori Ilmu Kalam karena dia penganut mazhab Mu’tazilah, mazhab yang juga
dianut oleh guru besarnya, Abu Ali al-Farisi. Ibnu Jinni menetap di Baghdad
hingga wafat pada tahun 392 H tepatnya pada malam jum’at.
Baik
ulama pada zamannya, maupun generasi para linguis yang muncul kemudian,
mengakui penguasaan dan keluasan pengetahuan Ibnu Jinni atas linguistik Arab.
Abu Tayyib al-Mutanabbi (w.354 H) , penyair yang sangat terkenal dan sahabat
Ibnu Jinni, misalnya, pernah berkomentar tentang Ibnu Jinni, “Dia adalah sosok
yang kehebatannya belum diketahui oleh banyak orang”. Bahkan, apabila
al-Mutanabbi ditanya tentang makna suatu kata yang ia ucapkan (dalam puisinya),
atau tanda harakat (I’rab) yang dianggap aneh, dia selalu menjawab,
“Tanyakanlah pada syaikh juling, Ibnu Jinni, dia akan menjawab
semuanya”. Demikian pula Thash Kubri Zadah yang dikenal dengan Ahmad bin
Mustafa, dalam bukunya Miftah al-Sa’adah, menyebutkan bahwa Ibnu Jinni
adalah intelektual yang sangat cerdas, memiliki pengetahuan yang luas dan
mendalam di bidang nahwu dan sharaf. Ibnu Jinni adalah linguis yang prolific
dan produktif. Ini dibuktikan dengan berbagai karyanya.
Diantara
karya dari ibnu jinni baik karya prosa maupun puisi ;
1. Al-Khasa’is
2. Al-Tamam
3. Sirr
al-Sina’at
4. Al-Munsif
5. Syarhu
Mustagliq Abyati al-Hamasah
6. Syarhu
al-Maqsud wa al-Mamdud li Ibni al-Sikkit
7. Ta’aqub
al-‘Arabiyah
8. Al-Fasr
(Tafsir Diwan al-Mutanabbi al-Kabir)
9. Tafsir
Ma’ani Diwani al-Mutanabbi al-Sagir
10. Al-Luma’
fi al-‘Arabiyah
11. Al-Tasrif
al-Muluki
12. Kitab
Mukhtasar al-‘Arud wa al-Qawafi
13. Kitab
al-Hamzah al-Mamdudah
14. Kitab
al-Muqtadab
15. Tafsir
al-Muzakkar wa al-Mu’annas li Abi Ya’qub
16. Kitabu
Ta’yidi Tazkirah Abi Ali
17. Al-Mahasin
fi al-‘Arabiyah
18. Al-Nawadir
al-Mumti’ah
19. Al-Khatiriyyat
20. Al-Muhtasab
fi syarhi Syawazi al-Qira’at
21. Tafsir
Urjuzati Abi Nawwas
22. Tafsir
al-‘Alawiyat
23. Kitab
al-Busyra wa al-Zufr
24. Risalah
fi Maddi al-Aswat wa Maqaddir al-Muddat
25. Kitab
al-Muzakkar wa al-Muannas
26. Kitab
Muqaddimati Abwabi al-Tasrif
27. Kitab
al-Naqd ‘ala Ibni Waki’ fi Syi’ri al-Mutanabbi wa Takhti’atihi
28. Al-Mu’rib
fi Syarhi al-Qawafi
29. Kitab
al-Fasl baina al-Kalam al-Khas wa al-Kalam al-‘Am
30. Al-Talqin
fi al-Nahwi
31. Kitab
al-Ma’ani al-Muharrarah
32. Kitab
al-Farq
33. Kitab
al-Fa’iq
34. Kitab
al-Khatib
35. Kitab
al-Ara’iz
36. Kitab
zi al-Qaddi
37. Syarh
al-Fasih
38. Kitab
Syarh al-Kafi fi al-Qawafi
39. Al-Tazkirah
al-Asbihaniyah
40. Al-Tahzib
41. Al-Muhazzab
42. Al-Tabsirah
43. Kitab
al-Zajr
44. Mas’alatani
fi al Aimani li Muhammad ibnu al-Hasan al-Syaibani
45. ‘Ilal
al-Tasniyah
46. Al-Masa’il
al-Wasitiyyah
47. Kitab Syarhi al-Ibdal li Ya’qub
NB: Itulah biografi salah satu tokoh
besar yang sangat luar biasa, semoga dapat menjadi panutan dan bermanfaat
segala jalan pemikiran beliau bagi kita dalam memperluas keilmuan kita. :)
*insyaALLAH ada lanjutanya dari ibnu
jinni
Wallahul
muaffiq ila aqwamittariq
Tidak ada komentar:
Posting Komentar