Rabu, 28 Maret 2012

ooh... Ibnu jinni


Abu al-Fath Utsman Ibnu Jinni adalah nama lengkapnya, lahir di Mausil (Mosul), Irak. Ada yang berspekulasi bahwa ibnu Jinni lahir pada tahun  321 H atau 322 H, akan tetapi tidak ada sumber sejarah yang pasti menginformasikan dengan pasti tahun kelahirannya. Ayahnya “Jinni”  adalah seorang berbangsa Romawi, Ia menjadi hamba sahaya alias “maula” dalam bahasa yunani dikenal dengan Gennaius dari Sulaiman bin Fahd bin Ahmad al-Azdi al-Mausili, seorang menteri/wazir dari Syaraf al-Daulah Qarawisy, gubernur Mosul.
Ibnu Jinni menghabiskan masa kanak-kanaknya di kota kelahirannya. Di Mosul juga ia mendapatkan pendidikan dasarnya, belajar ilmu nahwu pada gurunya yang bernama Ahmad bin Muhammad al-Mausili al-Syafi’i yang lebih dikenal dengan sebutan al-Akhfasy. Setelah itu, ia pindah ke Baghdad dan menetap di sana. Di kota ini, ia mendalami linguistik selama kurang lebih empat puluh tahun pada gurunya yang sangat ia hormati dan ia kagumi, Abu ‘Ali al-Farisi. Begitu lamanya Ibnu Jinni menimba pengetahuan bahasa pada Abu ‘Ali, sehingga keduanya terjalin hubungan yang sangat erat seperti hubungan persahabatan.
Selain berguru secara khusus kepada Abu ‘Ali , Ibnu Jinni juga banyak belajar pada tokoh linguistik lain, terutama yang terkait dengan pengambilan sumber bahasa (ruwat al-lugah wa al-adab), di antara mereka ialah Abu Bakar Muhammad bin al-Hasan yang lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Miqsam, seorang pakar qira’ah al-Qur’an, Abu Abdillah Muhammad bin al-‘Assaf al-‘Uqaili al-Tamimi, terkadang Ibnu Jinni menyebutnya dengan Abu Abdillah al-Syajari.
Ibnu Jinni hidup pada abad keempat hijriah (abad X M) yang merupakan abad puncak perkembangan dan kematangan ilmu-ilmu keislaman, yang pada umumnya para ilmuawan pada abad ini tidak saja menguasai satu disiplin pengetahuan, tetapi juga menguasai disiplin-disiplin lainnya. Oleh karena itu, tidak berlebihan apabila para penulis biografi Ibnu Jinni menyatakan bahwa karya-karya tokoh yang satu ini menggabungkan teori linguistik, teori prinsip fiqh (ushul fiqh), juga teori Ilmu Kalam karena dia penganut mazhab Mu’tazilah, mazhab yang juga dianut oleh guru besarnya, Abu Ali al-Farisi. Ibnu Jinni menetap di Baghdad hingga wafat pada tahun 392 H tepatnya pada malam jum’at.
Baik ulama pada zamannya, maupun generasi para linguis yang muncul kemudian, mengakui penguasaan dan keluasan pengetahuan Ibnu Jinni atas linguistik Arab. Abu Tayyib al-Mutanabbi (w.354 H) , penyair yang sangat terkenal dan sahabat Ibnu Jinni, misalnya, pernah berkomentar tentang Ibnu Jinni, “Dia adalah sosok yang kehebatannya belum diketahui oleh banyak orang”. Bahkan, apabila al-Mutanabbi ditanya tentang makna suatu kata yang ia ucapkan (dalam puisinya), atau tanda harakat (I’rab) yang dianggap aneh, dia selalu menjawab, “Tanyakanlah pada syaikh juling, Ibnu Jinni, dia akan menjawab semuanya”. Demikian pula Thash Kubri Zadah yang dikenal dengan Ahmad bin Mustafa, dalam bukunya Miftah al-Sa’adah, menyebutkan bahwa Ibnu Jinni adalah intelektual yang sangat cerdas, memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam di bidang nahwu dan sharaf. Ibnu Jinni adalah linguis yang prolific dan produktif. Ini dibuktikan dengan berbagai karyanya.
Diantara karya dari ibnu jinni baik karya prosa maupun puisi ;
1. Al-Khasa’is
2. Al-Tamam
3. Sirr al-Sina’at
4. Al-Munsif
5. Syarhu Mustagliq Abyati al-Hamasah
6. Syarhu al-Maqsud wa al-Mamdud li Ibni al-Sikkit
7. Ta’aqub al-‘Arabiyah
8. Al-Fasr (Tafsir Diwan al-Mutanabbi al-Kabir)
9. Tafsir Ma’ani Diwani al-Mutanabbi al-Sagir
10. Al-Luma’ fi al-‘Arabiyah
11. Al-Tasrif al-Muluki
12. Kitab Mukhtasar al-‘Arud wa al-Qawafi
13. Kitab al-Hamzah al-Mamdudah
14. Kitab al-Muqtadab
15. Tafsir al-Muzakkar wa al-Mu’annas li Abi Ya’qub
16. Kitabu Ta’yidi Tazkirah Abi Ali
17. Al-Mahasin fi al-‘Arabiyah
18. Al-Nawadir al-Mumti’ah
19. Al-Khatiriyyat
20. Al-Muhtasab fi syarhi Syawazi al-Qira’at
21. Tafsir Urjuzati Abi Nawwas
22. Tafsir al-‘Alawiyat
23. Kitab al-Busyra wa al-Zufr
24. Risalah fi Maddi al-Aswat wa Maqaddir al-Muddat
25. Kitab al-Muzakkar wa al-Muannas
26. Kitab Muqaddimati Abwabi al-Tasrif
27. Kitab al-Naqd ‘ala Ibni Waki’ fi Syi’ri al-Mutanabbi wa Takhti’atihi
28. Al-Mu’rib fi Syarhi al-Qawafi
29. Kitab al-Fasl baina al-Kalam al-Khas wa al-Kalam al-‘Am
30. Al-Talqin fi al-Nahwi
31. Kitab al-Ma’ani al-Muharrarah
32. Kitab al-Farq
33. Kitab al-Fa’iq
34. Kitab al-Khatib
35. Kitab al-Ara’iz
36. Kitab zi al-Qaddi
37. Syarh al-Fasih
38. Kitab Syarh al-Kafi fi al-Qawafi
39. Al-Tazkirah al-Asbihaniyah
40. Al-Tahzib
41. Al-Muhazzab
42. Al-Tabsirah
43. Kitab al-Zajr
44. Mas’alatani fi al Aimani li Muhammad ibnu al-Hasan al-Syaibani
45. ‘Ilal al-Tasniyah
46. Al-Masa’il al-Wasitiyyah
47. Kitab Syarhi al-Ibdal li Ya’qub

NB: Itulah biografi salah satu tokoh besar yang sangat luar biasa, semoga dapat menjadi panutan dan bermanfaat segala jalan pemikiran beliau bagi kita dalam memperluas keilmuan kita. :)

*insyaALLAH ada lanjutanya dari ibnu jinni

Wallahul muaffiq ila aqwamittariq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar