Proses significance Kristeva
sesungguhnya tidak berbeda dengan teori dekonstruksi yang digagas Jacques
Derrida. Ia menyatakan bahwa dekonstruksi adalah sebagai alternatif untuk
menolak segala keterbatasan penafsiran ataupun bentuk kesimpulan yang baku. Konsep dekonstruksi
pada dasarnya dimaksudkan untuk menghilangkan struktur pemahaman tanda-tanda (signifier)
melalui penyusunan konsep (signified).
Strategi dekonstruksi ini muncul karena dalam
pemikiran struktural didapati bahwa bahasa bisa ada karena adanya sistem
pembedaan (system of difference), dan inti dari sistem pembedaan ini
adalah opsisi biner (binary oposition). Oposisi antara penanda/petanda,
tuturan/tulisan, langue/parole. Oposisi dalam linguistik ini berjalan
berdampingan dengan hal yang sama dalam tradisi filsafat Barat, antara
makna/bentuk, jiwa/badan, transenden/imanen, baik/buruk, benar/salah, dan
sebagainya. Dalam oposisi biner ini, menurut tradisi filsafat Barat,
istilah-istilah yang pertama lebih superior dari yang kedua.
Karena oposisi biner dalam bahasa berjalan
berdampingan dengan oposisi biner dalam tradisi filsafat Barat, maka menurut
Derrida istilah-istilah tersebut adalah milik logos, yaitu kebenaran, atau
kebenaran dari kebenaran. Sedangkan istilah-istilah yang kedua adalah
representasi palsu dari yang pertama, atau bersifat inferior.
Dalam tradisi Saussurean terjadi
penganakemasan tuturan, dan pelecehan tulisan. Tuturan menurut Saussure adalah
kesatuan penanda dan petanda yang dianggap kelihatan menjadi satu dan sepadan,
yang membangun sebuah tanda. Kebenaran adalah petanda, yaitu isi yang
diartikulasikan oleh penanda yang berupa suara atau bentuk. Kebenaran yang
semula eksternal dari penanda kemudian menjadi lekat dengan penanda itu sendiri
dalam wujud bahasa (tanda).
oleh : Dr. H. Ahmad Muzakki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar